Rabu, 02 November 2011

LAPORAN KEUANGAN BANK DAN RASIO KEUANGAN BANK

LAPORAN KEUANGAN BANK DAN RASIO KEUANGAN BANK
Untuk mengetahui kesehatan bank dan mengetahui kondisi keuangan bank dilihat dari laporan keuangan yang disajikan oleh bank secara periodik. Dalam laporan keuangan yang dibuat bank menggambarkan kinerja bank selama periode tertentu. Pengolahan laporan keuangan dibuat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Analisis yang digunakan dalam hai ini menggunakan rasio-rasio keuangan sesuai dengan standar yang berlaku, yaitu:
  1. Rasio likuiditas
  2. Rasio solvabilitas
  3. Rasio rentabilitas.
Penjelasan
RASIO LIKUIDITAS
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Dengan catatan semakin besar rasio likuiditas maka semakin likuid. Perhitungan rasio likuiditas dengan cara:
  1. Quick Ratio (mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajibannya pada para deposan (pemilik giro, tabungan dan deposito) dengan harta yang paling likuid.
Rumus :                QR = (Cash asset) / (Total Deposit) x 100% 
  1. Investing Policy Ratio (mengukur kemampuan bank dalam melunasi kewajibannya kepada para deposannya dengan cara melikuidasi SB)
Rumus :                IPR = (Securities) / (Total deposit) x 100%
  1. Banking Ratio ( mengukur tingkat likuiditas bank dengan membandingkan jumlah kredit yang disalurkan dengan jumlah deposit yang dimilki).
Catatan: semakin  tinggi rasio ini  maka semakin rendah tingkat likuiditas bank.
Rumus :                BR = (Total Loans) / (total deposit) x 100%
  1. Assets to Loan Ratio ( mengukur jumlah kredit yang disalurkan dengan harta yang dimiliki bank
Catatan: semakin tinggi rasio ini semakin rendah tingkat likuiditas bank.
Rumus :                ALR = (Total Loans) / (Total Assets) x 100%
  1. Cash Ratio (mengukur kemampuan bank melunasi kewajiban yang harus segera dibayar dengan harta likuid bank.
Rumus :                CR = (liquid assets) / (short term borrowing) x 100%
  1. Loan to Deposit Ratio (mengukur komposisi kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri.
Catatan :Besarnya LDR menurut aturan pemerintah maksimum 110%    
Rumus :                LDR = (total Loans) / (total deposit + equity) x 100%
RASIO SOLVABILITAS
Rasio ini digunakan mengukur kemempuan bank mencari sumber dana untuk membiayai kegiatan bank atau alat ukur untuk melihat kekayaan bank serta melihat efisiensi pihak manajemen bank. Perhitungan rasio ini dilakukan dengan cara :
  1. Primary Ratio (mengukur permodalan yang dimiliki bank memadai atau sejauh mana penurunan yang terjadi dalam total asset masuk dapat ditutupi oleh capital equity).
Rumus :                PR = (Equity capital) / (total assets) x 100%
  1. Risk Assets Ratio (mengukur kemungkinan penurunan risk assets.
Rumus :                RAR = (Equity caital) / (total assets – cash assets – securities) x 100%
  1. Secondary Risk Ratio ( Mengukur penurunan asset yang mempunyai resiko lebih tinggi).
Rumus :                SRR = (Equity capital) / (Secondary risk assets)  100%
  1. Capital Ratio (mengukur permodalan dan cadangan penghapusan dalam menanggung perkreditan, terutama resiko yang terjadi karena ada kegagalan dalam menagih bunga bank).
Rumus :                CR = (equity capital + reserve for loan losses) / (total loans) x 100%

RASIO RENTABILITAS (pofitabiitas usaha)
Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai oleh bank. Perhitungan rasio ini dilakukan dengan cara :
  1. Gross  Profit Margin (mengukur presentasi laba dari kegiatan usaha murni bank setelah dikurangi biaya-biaya)
Rumus :                GPM = (operating income – operating expense) / (operating income) x 100%
  1. Net Profit Margin (mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan net income dari kegiatan operasi pokok bank)
Rumus :                NPM = (net income) / (operating income) x 100%
  1. Return Equity Capital atau ROE (mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengeola capital yang ada untuk mendapatkan net income)
Rumus :                ROE = (net income) / (equity income) x 100%
  1. Return on Total Assets (mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola assets). Ada 2 cara yang dihitung antara lain:
a.       Gross Yield on Total Assets (mengukur kemampuan manajemen bank menghasilkan income dari pengelolaan asset)
Rumus :        GRTA = (operating income) / (total assets) x 100%
b.        Net Income Total Assets (mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh profitabilitas dan manajerial secara overall).
Rumus :        NITA = (net income) / (total assets) x 100%
  1. Rate Return on Loans (mengukur kamampuan manajemen bank mengelola kredit bank)
Rumus :                RRL = (interest income) / (total loans) x 100%
  1. Interest Margin on Earning Assets (mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya-biaya)
Rumus :                IMEA = (interest income – interest expense) / (earning assets) x 100%
  1. Leverage Multiplier (mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola asetnya, dalam hal ini adanya biaya-biaya yang dikeluarkan dalam penggunaan aktiva bank)
Rumus :                LM = (total Assets) / (total equity)
  1. Interest Margin on Loans
Rumus:                 IML = (Interest income – Interest expense) / (total loans) x 100%
  1. Assets Utilization ( mengukur sejauh mana kemempuan manajemen bank mengelola asset dalam rangka menghasilkan operating  income dan non-operating income)
Rumus :                AU = (operating income + non operating income) / (total asset) x 100%
  1. Interest Expense Ratio (mengukur besarnya persentase bunga yang dibayar kepada para deposan bank dengan total deposit yang ada di bank)
Rumus :                IER = (interest expense) / (total deposit) x 100%
  1. Cost of Fund (mengukur besarnya biaya yang dikeluarkan bank untuk sejumlah deposit bank).
Rumus :                CF = (interest expense) / (total assets) x 100%



contoh Laporan Keuangan Bank (laporan laba-rugi):
PT. BANK INDAH RUGI BANJARMASIN
LAPORAN LABA-RUGI
PER 31 DESEMBER 2009 (dalam jutaan rupiah)
Pendapatan dan Beban Operasional

Pendapatan Bunga

a.         Hasil Bunga
456.000


b.        Provisi & Komisi Kredit
48.000


       Jumah Pendapatan Bunga

504.000

Beban Bunga



a.         Beban bunga
255.000


b.        Beban lain-lain
21.000


        Jumlah Beban Bunga

(276.000)

        Pendapatan Bunga Bersih

228.000

Pendapatan Operasional Lainnya



  1. Provisi dan komisi selain kredit
27.000


  1. Pendapatan Valas
690.000


  1. Pendapatan lainnya
16.500


               Jumlah pendapatan operasional lainnya

733.500

Beban Operasional lainnya



  1. Beban Administrasi & umum
59.250


  1. Beban personalia
213.750


  1. Beban operasional valas
225.000


  1. Beban penyisihan aktiva produktif
159.000


  1. Beban lainnya
9.000


               Jumlah beban operasional lainnya

(666.000)

               Pendapatan/beban operasional bersih

295.500
Pendapatan dan Beban non Operasional



Pendapatan non operasional
37.500


Beban non operasional
(30.600)


Pendapatan non operasinal/Beban non operasional

6.900

Laba-Rugi sebelum pajak

302.400

Taksiran pajak penghasilan perusahaan/bank

(86.400)

Laba-Rugi tahun berjalan

216.000



Contoh Laporan Keuangan Bank (neraca)

PT. BANK INDAH RUGI BANJARMASIN
NERACA
PER 31 DESEMBER 2009 (dalam jutaan rupiah)
AKTIVA

Kas
136.800


Rekening giro pada BI
961.200


Rekening giro pada BU (bank-bank lain)
330.000


Wesel, cek dan tagihan lainnya
14.250


Efek-efek (surab berharga)
240.000


Deposito berjangka
450.000


Pinjaman yang diberikan (dalam mata uang dlm Negeri/Rp)
3.750.000


Aktiva dalam Valas



  1. Likuid
990.000


  1. Pinjaman yang diberikan
1.620.000


  1. Lainnya
1.200.000


Penyertaan
15.750


Inventaris
132.000


Rupa-rupa
180.000


            Jumlah AKTIVA

10.020.000




PASIVA


Kewajiban



Rekening giro
2.506.500


Tabungan
450.750


Deposito berjangka
1.021.500


Kewajiban yang segera dibayar lainnya
122.250


Pinjaman yang diterima
1.530.000


Setoran jaminan
42.000


Kewajiban dalam Valas :



  1. Segera dapat dibayar
2.176.500


  1. Lainnya
1.215.750


Rupa-rupa
150.000


             Jumlah Kewajiban

9.215.250




Modal



  1. Modal disetor
2.250


  1. Dana setoran modal
195.000


Cadangan umum
42.000


Cadangan lainnya
285.000


Sisa laba tahun lalu
64.500


Laba tahun berjalan
216.000


         Total Modal

804.750

          Jumlah PASIVA

10.020.000



Dari Laporan Keuangan diatas hitunglah kesehatan bank menurut anaisis CAMEL (capital, assets, management, earning dan liquidity)!
Jawab :
  1. Aspek Capital (permodalan)
Tingkat kecukupan modal dinyatakan dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio). Hal ini diukur dengan 2 cara yaitu:
a.       Membandingkan modal dengan dana-dana pihak ketiga
b.      Membandingkan modal dengan aktiva beresiko
Catatan: standar BI CAR minimal 8% dikatakan Bank sehat
Jawab dengan cara Membandingkan modal dengan dana-dana pihak ketiga
Rumus :                CAR        = (Modal dan Cadangan) / (Giro + Deposito + Tabungan) x 100%
Catatan : Bank dikatakan sehat apabila hasil =/> 10%
CAR        = (804.750) / (2.506.500 + 1.021.500 + 450.750) x 100%
CAR        = (804.750 / 3.978.750) x 100%
CAR        = 20,22%

Jawab dengan Membandingkan modal dengan aktiva beresiko
Rumus :                CAR        = (total Modal) / (Aktiva) x 100%
Catatan : CAR minimal 8% dikatakan bank sehat
CAR        = ( 804.750) / (122.250 + 1.530.000 + 42.000 + 2.176.500 + 1.215.750 + 150.000) x 100%
CAR        = (804.750) / (5.236.500) x 100%
CAR        = 15,36 %

  1. Aspek Assets Quality (kualitas aset)
Perhitungan ini dilakukan dengan cara :
aAssets to Loan Ratio ( mengukur jumlah kredit yang disalurkan dengan harta yang dimiliki bank
Catatan: semakin tinggi rasio ini semakin rendah tingkat likuiditas bank.
Rumus :                ALR = (Total Loans) / (Total Assets) x 100%
Total Loans :
Pinjaman yang diberikan (dalam mata uang dlm Negeri/Rp)         Rp. 3.750.000
Pinjaman yang diberikan Valas                                                                   Rp. 1.620.000
Jawab:
ALR        = (3.750.000 + 1.620.000) / (10.020.000) x 100%
ALR        = 53,59%

  1. Aspek Management
Dalam hal ini aspek yang dinilai adalah  manajemen permodalan, manajemen kualitas aktiva, manajemen umum, manajemen rentabilitas dan manajemen likuiditas. Perhitungannya sebagai berikut:
a.       Return Equity Capital atau ROE (mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengeola capital yang ada untuk mendapatkan net income)
Rumus :        ROE = (net income) / (equity income) x 100%
                Jawab:
                Net Income = laba sebelum pajak – PPh
                ROE        = (216.000) / (804.750) x 100%
ROE        = 26,84%

b.      Gross Yield on Total Assets (mengukur kemampuan manajemen bank menghasilkan income dari pengelolaan asset)
Rumus :        GRTA = (operating income) / (total assets) x 100%
Jawab :
Operating income :
Jumlah Pendapatan Bunga                                  Rp. 504.000
Jumlah Pendapatan Operasi ainnya                 Rp. 733.500
GRTA             =  (504.000 + 733.500) / (10.020.000) x 100%
GRTA             = (1.237.500) / (10.020.000) x 100%
GRTA             = 12,35%
c.         Net Income Total Assets (mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh profitabilitas dan manajerial secara overall).
Rumus :        NITA = (net income) / (total assets) x 100%         
Jawab:
NITA              = (216.000) / (10.020.000) x 100%
NITA              = 2, 15%
d.      Rate Return on Loans (mengukur kamampuan manajemen bank mengelola kredit bank)
Rumus :        RRL = (interest income) / (total loans) x 100%
Jawab:
Interest income: Hasil Bunga + prvoisi & komisi kredit = 456.000 + 48.000 = 504.000
RRL = (504.000) / (3.750.000 + 1.620.000) x 100%
RRL = (504.000) /(5.370.000) x 100%
RRL = 9,38%
e.      Interest Margin on Earning Assets (mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya-biaya)
Rumus :        IMEA = (interest income – interest expense) / (earning assets) x 100%
Jawab:
Interest Expense = Beban bunga + beban2 lain = 255.000 + 21.000 = 276.000

Earning Assets :
Efek-efek (surab berharga)                                                                     240.000
Deposito berjangka                                                                                                    450.000
Pinjaman yang diberikan (dalam mata uang dlm Negeri/Rp) 3.750.000
Pinjaman yang diberikan                                                                      1.620.000
Penyertaan                                                                                                                      15.000  = 6.075.750

IMEA             = (504.000 – 6.075.750) / (6.075.750) x 100%
IMEA             = 3,75%
f.        Interest Margin on Loans
Rumus:                         IML = (Interest income – Interest expense) / (total loans) x 100%
Jawab:
IML                = (504.000 – 276.000) / (5.370.000) x 100%
IML                = 4,24%
g.       Leverage Multiplier (mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola asetnya, dalam hal ini adanya biaya-biaya yang dikeluarkan dalam penggunaan aktiva bank)
Rumus :        LM = (total Assets) / (total equity) x 1 kali
Jawab:
LM                  = (10.020.000) / (804.750) x 1 kali
LM                  = 12,451 kali

h.      Assets Utilization ( mengukur sejauh mana kemempuan manajemen bank mengelola asset dalam rangka menghasilkan operating  income dan non-operating income)
Rumus :        AU = (operating income + non operating income) / (total asset) x 100%

Operating income :
Jumlah Pendapatan Bunga                                  Rp. 504.000
Jumlah Pendapatan Operasi ainnya                 Rp. 733.500

Non operating income : 37.500

AU                  = (504.000 + 733.500 + 37.500) / (10.020.000) x 100%
AU                  = 12,72%


  1. Aspek Earning (Rentabilitas)
RASIO RENTABILITAS (pofitabiitas usaha)
Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai oleh bank. Perhitungan rasio ini dilakukan dengan cara :
a.       Gross  Profit Margin (mengukur presentasi laba dari kegiatan usaha murni bank setelah dikurangi biaya-biaya)
Rumus :        GPM = (operating income – operating expense) / (operating income) x 100%
Operating income :
Jumlah Pendapatan Bunga                                  Rp. 504.000
Jumlah Pendapatan Operasi ainnya                 Rp. 733.500   =  1.237.500


Operating expenses = Total beban bunga + total beban operasinal lainya
Operating expenses = 276.000 + 666.000 = 942.000
GPM              = ( 1.237.500 – 942.000) / (1.237.500) x 100%
GPM              = (295.500) / (1.237.500) x 100%
GPM              = 23,87%

b.      Net Profit Margin (mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan net income dari kegiatan operasi pokok bank)
Rumus :        NPM = (net income) / (operating income) x 100%
Jawab:
NPM              = (216.000) / (1.237.500) x 100%
NPM              = 17,45%

  1. Aspek Luquidity
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Dengan catatan semakin besar rasio likuiditas maka semakin likuid. Perhitungan rasio likuiditas dengan cara:
a.       Quick Ratio (mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajibannya pada para deposan (pemilik giro, tabungan dan deposito) dengan harta yang paling likuid.
Rumus :        QR = (Cash asset) / (Total Deposit) x 100%
Cash Assets:
Kas                                                                                 136.800
Rekening giro pada BI                                            961.200
Rekening giro pada BU                                          330.000
Aktiva likuid dalam valas                                       990.000  = 2.418.000

Deposito = Giro + tabungan + deposito berjangka
Deposito = 2.506.500 + 450.750 + 1.021.500 = 3.978.750

QR  = (2.418.000) / (3.978.750) x 100%
QR  = 60,77%


b.      Cash Ratio (mengukur kemampuan bank melunasi kewajiban yang harus segera dibayar dengan harta likuid bank.
Rumus :        CR = (liquid assets) / (short term borrowing) x 100%
Liquid assets:
Kas                                                                                 136.800
Rekening giro pada BI                                            961.200
Rekening giro pada BU                                          330.000
Aktiva likuid dalam valas                                       990.000  = 2.418.000

Short term borrowing:
Rekening Giro                                                                           2.506.500
Kewajiban yang segera dibayar lainnya (Rp)                                    122.250
Kewajiban yang segera harus dibayar (valas)                               2.176.500  = 4.805.250                   
Jawab:
CR   = (2.418.000) / (4.805.250) x 100%
CR   = 50,31%

2 komentar:

  1. ini caranya ngitung operating income pada npm gimana ya? kok dapetnya 1.237.500??

    BalasHapus
  2. gmn cara menghitungny net sales pada lapkeu perbankan?

    BalasHapus